Jakarta (Humas MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif) — MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta melaksanakan kegiatan panen sawi pokcoy hidroponik di halaman madrasah pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Tim Kerja Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Herry, bersama Kepala Madrasah Faizah dan Wakil Kepala Madrasah Sri Suyamti.
Panen pokcoy hidroponik merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis lingkungan yang dikembangkan di madrasah. Program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa melalui kegiatan bercocok tanam dengan metode hidroponik serta pengenalan konsep pemanfaatan lahan secara produktif.
Kepala Tim Kerja Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta, Herry, menyampaikan bahwa kegiatan hidroponik menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang dapat diterapkan di lingkungan madrasah. Ia menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan upaya penguatan pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Program hidroponik seperti ini sangat baik karena memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa tentang ketahanan pangan, kepedulian lingkungan, serta pemanfaatan lahan secara produktif di lingkungan madrasah,” ujar Herry saat meninjau kegiatan panen.
Kepala MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta, Faizah, mengatakan bahwa kegiatan hidroponik dilaksanakan sebagai bagian dari integrasi antara pembelajaran di kelas dengan praktik di lapangan. Menurutnya, siswa dapat memahami materi pelajaran secara langsung melalui kegiatan yang dilakukan di lingkungan madrasah.
“Melalui kegiatan ini, siswa dapat belajar tentang pertanian modern yang ramah lingkungan sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian alam. Program ini juga menjadi bagian dari pembelajaran yang kami kembangkan di madrasah,” kata Faizah.
Wakil Kepala Madrasah Sri Suyamti menambahkan bahwa kegiatan hidroponik melibatkan siswa dalam setiap tahap, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan langsung siswa membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah dipahami.
Menurutnya, program tersebut juga mendukung pengembangan keterampilan hidup yang dapat diterapkan di luar lingkungan sekolah. Kegiatan panen yang dilakukan bersama guru dan siswa berlangsung tertib, dan hasil panen menunjukkan tanaman tumbuh dengan baik sesuai dengan perawatan yang dilakukan selama proses pembelajaran.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program pendidikan madrasah di bawah pembinaan Kementerian Agama. Melalui kegiatan pembelajaran berbasis lingkungan, madrasah diharapkan dapat memberikan manfaat kepada peserta didik dan masyarakat melalui pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan.